Monday, April 24, 2017

Hula Mahakali Mahamaya





Aku menciptakan tarian ini setelah melihat di sebuah film kartun seorang balian Hawai menari. Aku terkejut, karena aku merasa familiar dengan gerakan itu. Dan seperti biasanya, Maha Guruku kemudian memintaku untuk melihat 2-3 buah tari Hawai –hula—yang masih banyak mengandung gerakan dasar tari balian.
Aku mudah menangkap gerakan dasarnya yang menurutku berakar dari tari balian Dayak (Kaltim) dan berujung pada tari kathak di India. Dan hatiku mudah sekali mengikutinya.

Jadi tidak memakan waktu lama jadilah tarian ini yang kuberi nama Hula Mahakali Mahamaya, karena memang mengisahkan tentang Dia dan ShaktiNya. Bahwa aku mengenalNya, bahwa aku mengenalNya dalam kehidupan, sebagai Kehidupan dan bahwa aku mengenal Mereka dalam segala keadaan dan sifatNya.
Dan seperti biasa, siapapun yang percaya pada hal ini, pasti mendapat berkahNya. Siapapun yang juga suka menarikannya pasti akan mampu juga mengenalNya seperti aku mampu mengenal Mereka.  

Kostum yang kugunakan untuk menarikan tarian ini berupa satu kain penutup kaki berwarna putih, satu kain penutup dada berwarna hijau bermotif persegi dan lis merah, dan satu kain yang menutup keduanya berwarna hijau dan merah. Memakai vajrapushpam (baca:bajrapuspam) merah dan putih, dan memakai gelang bunga merah dengan lis hijau.

Warna hijau adalah Tuhan sebagai Kehidupan-Mahamaya. Warna merah adalah Tuhan sebagai Dharma-Mahakali. Dan putih adalah CahayaNya. Motif persegi melambangkan darimana manusia berasal. Gelang bunga merah yang berlis hijau melambangkan berkah yang diberikan Dharma dan Kehidupan.
Aku tidak memakai gelang bunga di kepala seperti umumnya orang Hawai karena aku seorang balian. Tapi aku memakai vajrapushpam yang merupakan pakaianku. 

Karena itu, pakaian yang kugunakan saat menarikan Hula Mahakali Mahamaya ini adalah pakaianku. Apabila ada yang ingin menarikannya juga, mereka harus memakai gelang bunga di kedua pergelangan tangan dan kaki, juga di kepala. Kostum lainnya boleh diikuti, meskipun tidak harus persis sama seperti yang kukenakan. 

Siapapun yang suka menarikannya sesungguhnya tengah berusaha mengenal Dharma dan Kehidupan dalam kehidupan ini. Secara mudah dan menyenangkan.

Karena Mereka Berdua memberkahi.

·        **  Untuk suatu alasan aku akan selalu menggunakan musik pengiring dari Ravi Shankar meskipun aku menarikan tarian yang berasal dari berbagai wilayah di dunia. Hanya untuk tari balian dan tari perang dari Dayak Kalimantan Timur aku tetap menggunakan musik pengiring aslinya.




I composed this dance after watching a Hawaiian shaman dance in a cartoon movie. I was surprised, because I'm familiar with that movement. And as usual, my Maha Guru then asked me to learn 2-3 hula --hawaiian dance-- which still contain the basic movement shaman dance.


It’s easy to capture the movement which I think basically rooted Dayak shaman dance (East Kalimantan) and ended of kathak dance in India. And my heart so easy to follow.


So in a short time Hula Mahakali Mahamaya  set. I gave name Mahakali Mahamaya, because it told about Him and His Shakti. That I knew Him, I knew Him as Life and as living. That I knew Them in any characteristic and circumstances.


And as usual, anyone who believe would surely got blessing. Anyone who love to dance it too would able to know Him like I do.


Costume I used to dance this dance is a white cloth for covering foot, cloth covering chest with green square pattern and red trim, and green and red cloth that cover both. I also wear red and white vajrapushpam (read: bajrapuspam), and wearing a red flower bracelet and anklet with green trim.


The green color is God as Life-Mahamaya. The red color is God as Dharma-Mahakali. And white is Their Light. Square motif is symbol of place where human originated. Red with green trim of flower bracelet and anklet is symbol of the blessing given from Dharma and Life.


I'm not wearing flower garland on the head like Hawaiian used to, because I'm a shaman. But I wear vajrapushpam which is my own cloths.


Therefore, the clothes I used to dance Hula Mahakali Mahamaya are my very own clothes. If anyone want to dance it too, they have to wear flower bracelet and anklet, also garland on the head. But other costumes may be followed, though not necessarily exactly the same as I put on.


Anyone who like to dance it to be true are trying to get to know Dharma and Life in this life. Through an easy and liven up way.


Because They bless.


• For a reason I'll always using musical accompaniment by Ravi Shankar though I danced dance which come from different region of the world. Only shaman dance and warrior dance from Dayak East Kalimantan would still use the original musical accompaniment.