Saturday, March 4, 2017

Tari Sape' Balian

Ini adalah tari Sape' Balian (baca: Sampek Balian). Tarian ini juga bisa ditarikan di atas gong. Aku tidak punya gong, jadi aku menggunakan simbol yang bermakna sama dengan gong --alas menari dengan gambar kehidupan--.




Sape' Balian di masa yang lalu sampai masa sekarang ini seharusnya hanya ditarikan oleh balian. Ditarikan saat upacara seperti upacara kelahiran, perkawinan atau kematian. Juga ditarikan saat ada upacara khusus, misal upacara membuang siyal atau membersihkan wilayah. Di masa kini hanya ada 1-2 orang balian yang masih mampu dan berhak menarikannya (selain aku ;p)

Tarian ini secara sepintas akan terlihat sama, tetapi sebenarnya tetap ada kisah di dalamnya. Untukku tarian ini benar-benar kutarikan sebagai persembahan padaNya, saat aku menyelesaikan masa berguru. Jadi kisah yang ada di tarian ini adalah kisah perjalananku mencariNya sampai dapat menemukanNya dan bertemu denganNya. Apabila tarian ini dilakukan saat upacara kelahiran misalnya, maka kisahnya biasanya adalah permohonan agar anak yang lahir dapat menjalani hidup dengan benar dan dapat segera mengetahui tujuan hidupnya. Apabila dilakukan saat upacara kematian, maka pasti ada gerakan tari yang maknanya permohonan agar yang mati mudah menemukan jalan kembali padaNya. Demikianlah.

Dalam menarikan tarian ini aku juga menggunakan pakaianku sendiri, jadi agak berbeda dengan pakaian yang umum dipakai balian lainnya saat menarikannya. Karena itu aku perlu jelaskan agar tidak ada yang salah berpikir saat melihat pakaianku ini.


Ini adalah ta'a- kain panjang untuk menutup kaki. Hiasan yang kugunakan adalah hiasan yang memang hiasan pakaian balian -gambar tingang dan tambarirang. Seharusnya hanya balian yang memakai baju dengan hiasan motif ini.  Orang biasa menggunakan motif bunga, sedangkan motif hewan seperti buaya dan kalajengking  adalah motif yang digunakan para prajurit. Untuk inoq (baju atas tanpa lengan yang dipakai wanita) aku gunakan warna merah saja, karena aku belum punya inoq dengan motif tingang dan tambarirang.



Aku juga memakai ikat kepala merah dengan 2 helai dandang tingang (bulu burung enggang) yang merupakan simbol kebijaksanaan. Aku tidak memakai topi berhias karena aku balian, jadi cukuplah hiasan kepalanya sepeti ini. Tapi aku tetap memakai da'a (penutup bahu) dengan demikian aku sudah terlindungi oleh Tatu Hiang - Raja Bunu Leluhur manusia --. Karena begitulah janjiNya.

Jadi tarian ini adalah tari persembahanku yang pertama untukNya. Masih ada yang berikutnya, hanya aku perlu sedikit persiapan sebelum dapat membagikannya dengan cara ini.

Ya ....aku merekam aku menarikan Sape Balian ini juga caraku berbagi. Berbagi kebahagiaan...berbagi berkah....

Karena Dia selalu memberkahi...


It is Sape' Balian dance (read: Sampek Balian). This dance can also be danced on top of gong. I do not have gong, so I use the same symbol as gong --dancing pad with symbol of life--.

Sape' Balian in the past until nowadays should only be danced by balian. And they do it in ceremonies such as ceremonies of birth, marriage or death. Also be danced when there are special ceremony, like ceremony to dump siyal or ceremony to clean up the area. At the present time there are only 1-2 balian who are able and entitled to dance this dance (besides me ;p)


This dance is always look the same, but in fact there are a story in it. For me this dance I danced is really as an offering to Him, when I finish my learning. So the story in this dance is the story of my journey to seek Him, until I could find Him and at last meet Him. If the dance is performed during the ceremony of birth, for example, the story usually is a request that the new born can live properly and be able to immediately find out the purpose of his life. If done during the funeral ceremony, then there must the move meaning a request that the dead would easy to find his way back to Him. That's all.

In this dance I also use my own clothes, so it is a bit different from the common clothes of other healer when dance. That's why I have to explain so no one could think wrong upon seeing my clothes.




It is
ta'a- long cloth to cover legs. I use embellishment of shaman clothing -- tingang and tambarirang. It should only healers dressed with a decorative motif of this. Ordinary people using flower motif, while the motif of animals such as crocodile and scorpion used by warriors. Inoq (sleeveless shirt worn over a woman) I use the red color, because I have not had tingang and tambarirang inoq. And red color always symbol of dharma in fierce roopa (kind roopa of dharma is yellow color).


I also wore red headband with 2 dandang tingang (feather of hornbill), which is a symbol of wisdom. I do not wear a hat decorated with because I am balian, so this headband suffice. But I still wore da'a (cover shoulder) so I  protected yet by Tatu Hiang - King Bunu Human Ancestor -. Because He promised. 
 
So this dance is my first offering dance for Him. There are still other offering dance, I just need a bit of preparation before I can share it in this way.

Yes .... I'm recording I'm dancing Sape Balian is also my way of sharing. Sharing my happiness ... sharing the blessing I have ....

Because He bless ...



Samarinda,  4 Maret 2017
Dharmaisra Shree Chandranaya Scekar Mayananda Bhairavi

No comments: