Manusia yang bijak adalah manusia :

yang menyadari bahwa dirinya manusia, yang menyadari potensi dirinya, yang menyadari posisi dirinya, yang mengenal semesta, yang mengenal Manu, Sang Pencipta dan yang setelah mengetahui semua ini tetap merasa dirinya tidak tahu apa-apa.

Sanathkumara—itulah manusia yang bijak. Purushottama—itu juga sebutan untuk manusia yang bijak. Berusahalah untuk menjadi manusia yang bijak itu. Berkah-Ku selalu menyertai.

Wednesday, January 2, 2013

AGAMA BUDHI



Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan agama budhi? Apakah budhi di sini sama dengan etika? Atau budhi di sini sama dengan budi pekerti atau moral? Apakah yang dimaksud agama budhi ini adalah agama Hindu atau Budha?

Banyak orang hanya bisa menduga-duga dan memberi tafsir sendiri atas hal ini sesuai pengetahuan yang dimilikinya. Dasar alasan yang diajukannya juga berbeda-beda. Ada yang logis, ada yang agak melenceng jauh. Padahal jawaban sebenarnya sungguh sederhana.

Agama budhi adalah Dharma. Dharma akan tegak apabila seseorang selalu mendengarkan budhinya. Dharma bisa ditegakkan oleh seseorang apabila dia dalam segala pikiran, perkataan dan perbuatannya selalu dituntun oleh budhinya. Dan budhi ini adalah kecerdasan manusia yang lebih tinggi. Ini adalah tingkat intelegensia yang disebut ESQ sekarang oleh para ahli. ESQ itu adalah budhi. Dan kecerdasan budhi tidak bisa dipicu oleh segala macam stimulus atau input dari luar. Budhi berkembang karena diri berkembang. Budhi hanya dapat berkembang apabila seorang manusia berusaha mengembangkan dirinya. Jika seorang manusia mengembangkan dirinya maka budhinya akan berkembang dan bertambah cerdas sama seperti seorang anak yang belajar di sekolah yang otaknya kemudian berkembang dan bertambah cerdas.

Bedanya,  sekolah biasa dengan seluruh pengetahuan dunia yang diajarkan di sana hanya membuat otak manusia makin baik kerjanya dan bertambah bagus logikanya. Sehingga kemudian dikatakanlah manusia itu semakin pintar dan cerdas. Sedangkan untuk mengembangkan budhi agar juga cerdas dan kemampuannya meningkat maka pelajaran yang dibutuhkan adalah pelajaran spiritual. Dan satu-satunya hal yang dapat memicu peningkatan dan perkembangan budhi adalah berkah.

Jadi yang dimaksud dengan agama budhi adalah ajaran yang menggunakan budhi sebagai alat untuk mengendalikan segala yang diperbuat manusia. Budhi adalah penuntun bagi manusia. Dan ajaran Dharma seluruhnya menggunakan budhi dalam penerapannya. Apa yang diajarkan Dharma apabila dilogikakan sering tidak masuk logika manusia. Karena logika manusia meskipun tetap mengalami perubahan dan perkembangan tetapi selalu memasukkan perhitungan untung rugi dan kapasitasnya terbatas. Dangkal sekali. Budhi tidak demikian. Budhi melihat jauh ke depan. Dengan pandangan jernih. Karena itu, kadang-kadang tuntunan budhi jika dibandingkan langsung dengan apa yang diperhitungkan dengan logika tidak akan sama hasilnya.

Dharma tidak menggunakan logika, tetapi budhi. Karena logika sungguh dangkal. Apalagi logika manusia. Tetapi dengan budhi, seseorang mampu mengakses seluruh masa kehidupannya. Dengan demikian lebih banyak kebijaksanaan yang dimilikinya. Lebih banyak pengalaman telah diperolehnya. Lebih banyak pelajaran telah didapatkannya. Hal-hal yang tidak lagi mampu di ingat oleh manusia yang hidup di dunia. Tapi, budhi mampu mengaksesnya. Budhi mampu me-recall ingatan itu. Dan pelajaran yang diterima budhi akan diingat untuk selamanya.

Dharma yang berisikan nilai-nilai Kebenaran dan Kebaikan, diajarkan melalui budhi. Hanya apabila budhi seseorang berkembang dia akan mampu menerima ajaran Dharma dan melihat Kebenaran yang terkandung di dalamnya. Budhi yang berkembang juga mampu menuntun manusia hingga dia hanya melakukan apa yang Dharma ajarkan meskipun dia tidak pernah langsung mendengarkan ajaran Dharma itu seperti apa. Budhi, apalagi yang sudah berkembang mampu mengakses Dharma itu langsung dari sumbernya. Dialah yang menetapkan Dharma sebagai tuntunan hidup manusia—Sang Pencipta.

Jadi sekali lagi, mereka yang menganut agama budhi sebenarnya ingin berkata bahwa mereka adalah pengikut ajaran Dharma. Bahwa mereka menjalankan Dharma dan menjadikan Dharma sebagai pedoman, sebagia landasan, sebagai tuntunan, dalam menjalani hidupnya.

Disebut sebagai agama budhi itu hanya untuk mengatakan bahwa Dharma hanya bisa dipahami oleh mereka yang ber-budhi. Oleh mereka yang budhinya berkembang. Mereka yang budhinya tidak berkembang akan ‘mati rasa’. Tidak beretika. Tidak punya tata krama. Tidak punya sopan santun. Egois. Dan segala sifat buruk lainnya mudah menetap pada mereka. Mereka yang budhinya menciut berubah sifat menjadi raksasa. Beringas, senang kekerasan, senang melihat penderitaan orang, senang membuat onar. Dan segala hal yang hanya menimbulkan kerusakan dan kesengsaraan. Inilah mereka yang budhinya sudah demikian menciut hingga hampir tidak bisa berfungsi lagi. Sehingga tidak lagi mereka bisa membedakan hal yang baik dari yang tidak baik. Tidak lagi tahu mana hal yang baik atau yang buruk. Inilah mereka yang budhinya sudah ‘mati’.

Mereka yang budhinya mati, jivanya kering. Dan hanya penderitaan yang menanti baik di kehidupan di dunia ini maupun kelak setelah mati, juga kelak pada kelahirannya kembali. Karena itu kembangkanlah budhi dengan mengembangkan diri. Pelajari spiritualitas. Agar budhi berkembang, agar diri berkembang, agar jiva mampu mencapai kesempurnaan. Dan pada saat budhi sudah mampu berkembang, saat itulah seseorang dikatakan mulai menganut agama budhi. Saat itulah seseorang mulai kembali ke jalan Dharma. Kembali pada Dharma.

Saat seseorang kembali ke jalan Dharma, saat seseorang kembali pada Dharma, maka sesungguhnya jivanya berbahagia. Karena jivanya tahu, bahwa dengan berada di jalan Dharma pada akhirnya dia akan bisa bertemu dengan Sang Jiva.

Inilah tentang agama budhi. Tentang Dharma. Dharma akan kembali berjaya karena demikianlah yang telah tertulis dalam kisah semesta. Dan kisah semesta akan terus berulang-ulang apabila manusia tidak juga belajar dari Kehidupan bagaimana seharusnya menjalankan kehidupan. Apabila manusia tidak juga belajar untuk selalu menegakkan Dharma, kisah-kisah semesta hanya akan kembali ke kisah yang itu-itu juga, sampai manusia bisa memperoleh pelajaran dari sana.

Tetapi bagaimanapun, Dharma akan selalu berjaya. Demikianlah.

Semoga Tuhan memberkati dan Dia sungguh selalu memberkati mereka yang setia pada Dharma.

Om Jai Jai Prema

No comments: