Manusia yang bijak adalah manusia :

yang menyadari bahwa dirinya manusia, yang menyadari potensi dirinya, yang menyadari posisi dirinya, yang mengenal semesta, yang mengenal Manu, Sang Pencipta dan yang setelah mengetahui semua ini tetap merasa dirinya tidak tahu apa-apa.

Sanathkumara—itulah manusia yang bijak. Purushottama—itu juga sebutan untuk manusia yang bijak. Berusahalah untuk menjadi manusia yang bijak itu. Berkah-Ku selalu menyertai.

Saturday, June 30, 2012

KEWAJIBAN MANUSIA


Sepanjang hidup kita sebagai manusia kita memiliki apa yang disebut hak dan kewajiban. Jika hak adalah segala sesuatu yang bisa kita nikmati, maka kewajiban adalah segala sesuatu yang harus kita kerjakan.

Kita biasanya mengatakan bahwa antara hak dan kewajiban itu harus seimbang. Tetapi sebenarnya sebagai manusia kita hanya perlu mengingat dan melakukan kewajiban saja. Karena hak kita sebagai manusia semua telah dipenuhi oleh alam. Semua hukum alam, seluruh Rta telah memenuhi hak segala makhluk yang ada. Yang tidak menyenangkan adalah bahwa di antara seluruh makhluk, manusialah yang paling sering melalaikan kewajibannya.

Jadi jika melihat hukum keseimbangan memang benar bahwa hak berbanding lurus dengan kewajiban. Tetapi sebagai makhluk semesta, seluruh hak kita telah dipenuhi oleh alam ini. Seperti hak kita untuk hidup, hak untuk bernapas, hak untuk lahir, hak untuk mencari rejeki, hak untuk tumbuh membesar, hak untuk berkembang biak, hak untuk mengelola alam. Semua hak itu langsung melekat pada diri kita dan kita bisa menggunakannya kapan saja.

Tetapi kewajiban harus diingat. Harus dipelajari. Harus dilakukan. Dan sesungguhnya harus dipenuhi. Karena kewajiban yang tidak dipenuhi artinya kita menumpuk hutang kewajiban. Dan bagaimanapun juga kewajiban itu harus dibayar. Karena itu banyak di antara manusia yang harus lahir berulang kali, bolak-balik menjadi makhluk yang lebih rendah, kadang beruntung sempat menikmati alam yang lebih tinggi, tetapi kemudian jatuh lagi. Semua itu terjadi hanya karena manusia melalaikan kewajibannya. Dan salah satu penyebab utama manusia melalaikan kewajibannya adalah karena manusia tidak tahu apa kewajibannya yang sebenarnya.

Kewajiban utama manusia adalah mematuhi Rta atau hukum alam dan menegakkan Dharma. Hanya dua hal ini. Mematuhi Rta artinya manusia harus tunduk pada hukum alam, tidak mengeksploitasi alam seenaknya untuk kepentingan sesaat. Mempelajari alam dan hidup selaras dengan alam. Tidak merusaknya. Tetapi memeliharanya dan menambah kecantikannya. Itulah yang dimaksud dengan mematuhi Rta.

Sedangkan yang dimaksud menegakkan Dharma adalah manusia harus mematuhi segala aturan hidup yang berlandaskan Dharma. Manusia harus menghindarkan segala perbuatan yang melanggar Dharma. Dan menjadikan Dharma sebagai pedoman dan penuntun hidup di dunia. Beragama dengan agama Dharma. Menjalankan hidup bermasyarakat sesuai aturan Dharma.

Yang manakah Dharma itu?

Untuk mudahnya, Dharma adalah segala ajaran, tradisi, adat istiadat dan budaya yang ada di suatu wilayah dimanapun wilayah itu berada yang telah diwariskan oleh para Leluhur manusia. Semua itulah yang dinamakan cara hidup Dharma, itulah yang disebut agama Dharma. Karena, dahulu para Leluhur kita hidup selalu berlandaskan Dharma. Jadi sederhananya dengan mencontoh dan menteladani apa yang dilakukan oleh Leluhur kita, maka sudah dapat dikatakan kita juga menjalankan Dharma.

Boleh saja sekarang ini kita mendefinisikan Dharma. Membuat check list mana tindakan Dharma, mana yang bukan. Tetapi hal itu sesungguhnya tidak perlu. Karena seluruh budaya yang tumbuh dan berkembang di muka bumi ini hanya dapat diteruskan dari waktu ke waktu, hanya dapat diwariskan dari jaman ke jaman, hanya dan hanya apabila budaya itu berlandaskan pada Dharma.

Dharma Raksitah Raksatah.

Siapa yang menegakkan Dharma, akan dilindungi oleh Dharma. Jadi apabila kita melihat suatu peradaban hancur, lenyap, musnah begitu saja, artinya peradaban itu adharma. Apabila kita melihat suatu adat kebiasaan lenyap, maka itu pasti adat kebiasaan adharma. Karena Dharma hanya melindungi yang Dharma juga.

Jadi apabila kita di masa sekarang ini masih mengingat dan mengenal ajaran Leluhur kita, yakinlah bahwa ajaran Leluhur itu pasti Dharma. Karena jika tidak, tidak akan bisa ajaran itu sampai ke tangan kita. Karena jika tidak, Dharma tidak akan melindunginya sehingga apapun itu entah budaya, entah kebiasaan, entah tradisi, entah agama atau apapun juga namanya, tidak akan bisa melewati waktu yang panjang hingga sampai ke tangan kita.

Dan kini kewajiban kitalah untuk melestarikannya dengan jalan mengikuti apa yang telah diajarkan Leluhur itu kepada kita. Dan kini kewajiban kitalah untuk melindungi Dharma, agar kita juga selalu dilindungi oleh Dharma.


Om Jai Jai Prema

No comments: