Manusia yang bijak adalah manusia :

yang menyadari bahwa dirinya manusia, yang menyadari potensi dirinya, yang menyadari posisi dirinya, yang mengenal semesta, yang mengenal Manu, Sang Pencipta dan yang setelah mengetahui semua ini tetap merasa dirinya tidak tahu apa-apa.

Sanathkumara—itulah manusia yang bijak. Purushottama—itu juga sebutan untuk manusia yang bijak. Berusahalah untuk menjadi manusia yang bijak itu. Berkah-Ku selalu menyertai.

Saturday, May 26, 2012

PRANAYAMA


Pranayama dalam bahasa Sangiang, atau yang lebih dikenal orang sebagai bahasa Sanskrit kuno artinya ‘aliran prana’. Jadi latihan pranayama artinya adalah latihan yang berguna untuk mengalirkan prana dengan benar dan mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari latihan itu. Tetapi sayangnya jaman sekarang pranayama sering diterjemahkan begitu saja sebagai ‘latihan pernapasan’. Penterjemahan ini tidak salah, tetapi juga tidak menjelaskan dengan tepat.

Ada beberapa macam latihan pranayama yang dikenal manusia. Ada yang umum sekali, seperti pernapasan perut atau pernapasan sempurna. Ada yang untuk tujuan tertentu yang tidak terlalu khusus seperti pernapasan lebah, pernapasan kelinci, sitali, atau sitkari. Tapi ada juga beberapa latihan pranayama yang didesain khusus untuk tujuan tertentu yang khusus pula. Misalnya untuk memperluas wadah penampungan energi di tubuh. Atau untuk menaikkan suhu tubuh secara permanen (sehingga tidak pernah kedinginan, misalnya untuk mereka yang tinggal di tempat yang tinggi seperti Himalaya, Tibet). Tetapi pranayama dengan tujuan tertentu yang khusus ini harus dilakukan atas petunjuk dan bimbingan seorang Guru.

Di sini akan diuraikan sekilas tentang beberapa jenis latihan pranayama ini.

1. Pernapasan perut.

Pernapasan perut adalah pernapasan alami manusia. Karena alami, pernapasan ini memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan dan kelancaran fungsi seluruh organ tubuh. Cara bernapasnya mudah; tarik napas perut kembung, buang napas perut kempes. Alami sekali, seperti bayi bernapas. Sayangnya, setelah kita dewasa, biasanya kita malah sering lupa untuk bernapas dengan pernapasan perut. Kita lebih sering menggunakan pernapasan dada (tarik napas dada mengembang, buang napas dada turun), yang sebenarnya dalam jangka panjang akan mengganggu kerja organ dalam tubuh manusia terutama fungsi kelenjar dan syaraf.

Sayangnya banyak yang tidak memahami hal ini, bahkan oleh para ahli olah raga maupun ahli kesehatan. Sehingga saat olah raga justru kita sering sekali menggunakan pernapasan dada. Sebenarnya jika suatu olah raga memaksa kita untuk menggunakan pernapasan dada, artinya sebenarnya olah raga itu secara jangka panjang tidak menyehatkan, dan justru akan mengganggu kerja kelenjar dan syaraf kita.

2. Pernapasan sempurna

Pernapasan sempurna caranya adalah tarik napas perut kembung, lalu napas dibawa ke dada, dada mengembang, turun lagi bawa napas ke perut, perut kembung lagi, baru buang napas perut kempes. Banyak juga yang salah urutan pada pernapasan sempurna ini. Jika salah urutan melakukannya, manfaat ‘kesempurnaan’nya jadi hilang.

Disebut ‘sempurna' adalah karena napas macam ini memberikan kesehatan secara menyeluruh pada tubuh kita. Artinya bila napas perut menjaga kesehatan, maka napas sempurna memiliki manfaat penyembuhan. Jadi jika ada organ kita yang tidak berfungsi baik, maka dengan melakukan latihan pernapasan sempurna ini, fungsi organ itu dapat kembali normal.

Pada beberapa yogasana atau beberapa latihan kanuragan, ada gerakan atau sikap tubuh yang mengharuskan untuk dilakukan dengan pernapasan sempurna. Dalam hal itu, pernapasan sempurna diperlukan untuk mengaktifkan organ tertentu yang dituju baik dengan sikap tubuh gerakan maupun dengan pernapasan itu sendiri.

3. Pernapasan lebah

Seperti namanya, pernapasan lebah ini membuat kita yang melakukannya mendengung seperti suara lebah. Caranya adalah dengan menarik napas, perut kembung, kemudian buang napas sambil bergumam “mmmmm………”, mulut rapat, mata terpejam dalam sikap rileks. Tidak boleh konsentrasi. Lebih baik bila dilakukan dengan sikap duduk padmasana dan kedua tangan di depan perut dalam mudra pilaya. Yaitu telapak tangan kiri disusun di atas telapak tangan kanan, kedua ibu jari bertemu (lihat gambar).


Pernapasan ini menyeimbangkan dan menyehatkan organ-organ dalam dari dada sampai kepala. Jadi bagi yang sering sakit kepala, atau menderita hipertensi maupun hipotensi, bagus sekaliapabila melakukan latihan ini. Bagi yang memahami dengan baik dan dilakukan di bawah bimbingan Guru, maka pernapasan ini bisa juga digunakan untuk keperluan menyimpan energi dalam jumlah besar.

4. Pernapasan kelinci

Sama seperti pernapasan lebah, pernapasan kelinci juga meniru cara kelinci bernapas. Jadi; ambil napas perut kembung, kemudian keluarkan napas sedikit-sedikit lewat mulut seperti orang terengah-engah sambil ujung lidah dikeluarkan sedikit dari mulut. Posisi duduk juga sebaiknya dalam sikap padmasana, sedangkan tangan sebaiknya diletakkan di atas kedua lutut.

Pernapasan ini baik sekali untuk menyehatkan organ pernapasan, pencernaan dan sekresi. Berbeda dengan pernapasan lebah yang juga mempunyai manfaat spiritual, pernapasan kelinci manfaatnya hanya untuk kesehatan saja.

5. Sitali

Sitali dalam bahasa Sangiang artinya 'dingin'. Jadi maksudnya dengan melakukan pernapasan ini seseorang akan merasa tubuhnya menjadi dingin. Jaman dahulu orang mengenal bermacam jenis pernapasan ini untuk membantu menyesuaikan tubuh dengan kondisi alam. Misalnya jika cuaca sedang panas sekali, maka pernapasan sitali akan dapat membantu mendinginkan tubuh tanpa perlu kipas angin atau AC seperti orang jaman sekarang.


Cara melakukannya adalah dengan melipat lidah ke tengah. Tarik napas melalui hidung, dan buang dengan melewatkan udara di lidah yang dilipat tadi (lihat gambar).

Seandainya penarikan naps dibalik, artinya menarik napas lewat mulut melalui lipatan lidah, kemudian dihembuskan lembut lewat hidung, maka manfaatnya adalah untuk memperbaiki saluran pencernaan. Kedua cara penarikan napas benar sesuai tujuannya masing-masing.

6. Sitkari

Sitkari dalam bahasa Sangiang artinya panas. Ini adalah latihan pasangan dari sitali. Jadi kalau sitali mendinginkan tubuh, sitkari manfaatnya untuk menghangatkan tubuh. Kedua macam pernapasan ini terutama diambil manfaatnya untuk mengahangatkan dan mendinginkan tubuh selain tentu saja melancarkan jalan pernapasan.

Cara melakukannya adalah dengan menarik napas melalui hidung, kemudian membuang napas lewat mulut dengan menjulurkan lidah sedikit sampai napas habis. Begitu dilakukan berulang-ulang (lihat gambar)


Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa pada sitkari, mengeluarkan napasnya melalui gigi-gigi, sehingga dikatakan 'napas dibuang dengan mendesis lewat gigi (teeth hissing)'. Sebenarnya tidak demikian. Memang hasilnya sama-sama seperti mendesis, tetapi yang benar pada sitkari desis dihasilkan dari udara yang melewati celah antara lidah dan gigi atas, bukan antara gigi bawah dan gigi atas.

Meskipun tidak dijelaskan secara khusus menarik napas selalu melalui hidung. Membuang napas selalu lembut, kecuali jika disebutkan harus dihembus dengan keras. Dan untuk setiap penarikan napas, selalu perut kembung. Napas, pertama kali harus disimpan di perut sebelum digunakan atau diolah dengan berbagai cara.

Demikian sekilas tentang beberapa jenis pernapasan. Jika latihan pernapasan di atas ingin dilakukan sebagai latihan yang berdiri sendiri, maka paling tidak latihan dilakukan selama 10 menit. Boleh lebih, tetapi minimal 10 menit. Lebih baik apabila sebelumnya berlatih yogasana dan ditutup dengan meditasi.

Dan semoga tulisan ringkas tentang pranayama ini dapat bermanfaat.


Om Jai

No comments: