Sunday, October 2, 2011

Buku Keduaku Telah Terbit


Oh senangnya…!!! Setelah menunggu lebih kurang 3 bulan, akhirnya buku keduaku naik cetak dan terbit tgl 21 September yang lalu. Beberapa minggu sebelum naik cetak, aku diinformasikan oleh pihak sirkulasi penerbit Media Hindu bahwa bukuku akan dicetak. Aku senang mendengarnya, dan mulai membayang-bayangkan cover bukunya. Aku senang dengan disain cover buku-buku dari MH. Makanya cover bukuku juga kutunggu-tunggu bentuk rupanya. Suamiku bertaruh warnanya hijau. (Ternyata dia salah! ^-^ )
Aku sendiri tidak ingin bertaruh. Aku lebih suka menunggu saja. Dan ternyata covernya bagus sekali. Paling tidak menurutku. Lebih elegan daripada buku yang pertama. Foto kembang yang dipilih pun kok ya kebetulan kembang wingit. Huahahaha…….aku senang. Terima kasih kepada Bapak Ketut Rudita Marta. Disain covernya selalu bagus. Selalu pas. Dan selalu sesuai seleraku :p

Aku menulis buku keduaku itu selama lebih kurang 3 minggu di tambah 1 minggu istirahat ditengah-tengah penulisan karena exhausted. Kehabisan tenaga. Jadi total 4 minggu. Mulai tanggal 10 Mei sampai 10 Juni 2011. Menulis sampai exhausted? Iya. Itu aku alami dan kutuliskan juga dalam pengantar buku itu. Aku kehabisan tenaga seperti itu terutama saat menulis bagian 9. Mungkin orang tidak akan percaya dengan hal semacam ini dan mencari alasan-alasan logis lainnya. Bagiku alasannya jelas. Di situ aku bercerita tentang perjalanan spiritual menuju puncak yang belum sepenuhnya ku alami sendiri. ‘Pengalamanku’ masih kurang. Masih jauuuuhhhhhh dari sempurna. Sehingga aku kesulitan menuliskannya. Hanya karena berkah Tuhan sajalah yang membuat aku mampu menyelesaikannya juga pada akhirnya.

Begitu selesai langsung kukirim ke penerbit, dan sekitar 2 hari kemudian langsung dijawab bahwa bukuku akan diterbitkan tetapi harus menunggu jadwat terbit. Buku pertamaku –Perjalananku Menjadi Hindu—telah banyak menggeser jadwal terbit buku lainnya, jadi yang sekali ini aku harus menunggu. Buatku sendiri tidak masalah. Aku sudah senang dan bahagia bahwa penerbit MH tetap menilai buku keduaku ini layak terbit. Itu sudah cukup. Aku bisa sabar menunggu.

Ada perbedaan besar antara buku pertama dan kedua. Perbedaan rasa. Buku pertama sepenuhnya mengisahkan pengalaman hidupku. Buku kedua tidak hanya mengisahkan pengalaman, tetapi juga menuliskan pengetahuan. Hmmm….ternyata aku lebih suka berkisah tentang pengalaman –(yaitu) pengetahuan yang juga sudah kualami sendiri-- daripada pengetahuan saja nil pengalaman. Hanya sedikit bagian yang belum kualami sendiri yang kutuliskan di buku kedua, dan aku sudah exhausted. Aku tidak bisa membayangkan kalau aku ngotot menuliskan hal-hal yang hanya kuketahui saja, mungkin rambutku kaku berdiri, atau aku malah tidak bisa bangun lagi. Wakwakakwwkwkwk…(Kini aku tahu penyebab aku sampai exhausted. Karena memang memerlukan energi yang besar untuk menuliskan Kebenaran. Tidak hanya energi yang besar, tapi juga kesucian diri. Jika diri tidak suci, Kebenaran tidak bisa melewati diri kita. Artinya, waktu aku menulis buku itu aku belum suci-suci amat dan energiku masih kecil. Hehehe...)

Aku sepenuhnya sadar bahwa pencapaianku hingga hari ini adalah hasil usahaku dan sejumput berkah Tuhan. Sejumput berkah yang sangat menentukan. Sejumput berkah yang selalu kusyukuri. Sejumput berkah yang kuharap bisa tersebar dinikmati oleh semua orang, semua makhluk.

Di atas semua itu, kembali di sini, aku berharap bahwa buku keduaku ini tetap dapat memberi inspirasi dan manfaat bagi semua orang yang membacanya dan memberi nuansa baru dalam dunia perbukuan Hindu di Indonesia. (Ah…..muluk banget kali ye…..qiqiqiiqi…..).

Terima kasih Bappa Ganesha
Terima kasih Guruji

Ah….Aku sedang bahagia. Semoga siapa saja yang membaca tulisan ini berbahagia.
Semoga semua makhluk berbahagia.

No comments: