Friday, February 13, 2009

Akhirnya Kami Bersama

Akhirnya kami bersama. Ya...akhirnya kami bersama, aku, suamiku dan dua anakku. Aku sudah bercerita bahwa aku dan anakku yang bungsu telah di sudhi wadani pada tanggal 12 November 2008 yang lalu. Dan pada tanggal 24 Januari 2009 kemarin, suamiku dan anakku yang besar, juga telah di sudhi wadani, tepat pada malam Siwaratri di Pura Jagat Hita Karana Samarinda.

Dan aku bahagia sekali. Semua bukannya tanpa proses. Entah bagaimana caranya suamiku memantapkan hati hingga akhirnya mengikuti jalan yang telah kupilih. Aku tidak memaksa. Dan entah apa yang telah dilihat anak sulungku sehingga dia pun akhirnya memilih untuk mengikuti jalan yang dipilih kedua orang tuanya. Anak sulungku sudah besar. Menjelang 17 tahun, sehingga padanya kuberi pilihan untuk memilih jalan mana yang ingin dia ambil. Aku ingin dia bertanggung jawab pada apa yang dipilihnya. Tidak sekedar ikut orang tua, atau ikut kebiasaan saja. Dia memerlukan waktu 2 hari 2 malam untuk benar-benar berpikir, merenung-renung sebelum akhirnya mengatakan ya, kepadaku.

Selepas upacara itu, hatiku lega dan terasa ringan. Kami sekarang bersama. Lebih mudah memang bila dalam satu rumah tangga mempunyai satu saja nilai dan keyakinan. Nilai dan keyakinan yang sama. Aku tidak menentang bila ada rumah tangga yang disusun oleh individu2 yang berbeda keyakinan--aku malah kagum, dan sempat terjadi hal seperti itu memang di dalam rumah tanggaku. Ada 4 keyakinan yang berjalan, sehingga aku banyak merayakan hari besar dalam setahun. Tetapi kini kami bersama dalam satu jalan, dan ternyata semua menjadi lebih mudah.

Kenyataan bahwa kami sebelumnya memilih jalan yang berbeda-beda telah membantu kami untuk melihat segala hal dengan kaca mata yang lebih besar. Melihat dari berbagai sudut, dan mengetahui kebenaran dalam berbagai bentuk.

Itu semua tetaplah merupakan pengalaman hidup yang sangat berharga yang menjadi bekal bagi kami sekeluarga untuk menempuh perjalanan ke depan dengan lebih percaya diri, ikhlas dan pasrah.

Tapi ini pun bukanlah akhir perjalanan. Ini adalah awal sebuah perjalanan baru yang panjang. Perjalanan mencari jati diri. Tetapi kami kini menempuh perjalanan itu dengan melihat rambu-rambu yang sama, sehingga perjalanan tak lagi dirasa berat. Ada tempat berbagi pengalaman, berbagi rasa. Dan semuanya menjadi begitu indah!