Tuesday, September 30, 2008

Namaku Sikha!

Namaku Sikha. Namaku lahir tanggal 12 September 2008. Ya, itulah hari lahir namaku. Sikha berarti sinar, ray of light. Nama lengkapku Sikha Satyadevi Vahnikanya. Artinya kira-kira sinar dewi kebenaran sang putra api. Wow.., cool eh…!?

Tetapi baru satu hari aku menyandang nama ini, amarahku sudah lepas, tak mau pudar. Dulu kalau aku marah, marahku dapat kuredakan sendiri. Kadang aku merajuk minta dibujuki. Karena tidak ada yang bergerak membujuk lantas aku marah lagi. Dan marahku berputar-putar di situ saja. Aku marah karena hal kecil, lantas karena tidak ada yang membujukku, aku akan marah lagi.

Tetapi kali ini tidak. Aku marah. Dan aku tidak peduli apakah akan ada yang membujukku atau tidak marahku tetap menyala, belum habis. Aku tidak puas. Marahku belum meledak. Belum tuntas. Sepanas inikah hatiku sekarang?

Sikha, nama yang kupilih sendiri. Aku tidak menyesal karenanya. Aku hanya bertanya-tanya, mengapa nama itu yang kupilih. Mengapa aku tidak memilih nama lain yang artinya ketenangan, kedamaian misalnya…atau kebahagiaan. Mengapa aku memilih api. Panas. Amarah. Amarah apa lagi yang harus kuselesaikan?

Tadinya namaku hanya Sikha Vahnikanya. Bayangkan betapa panasnya nama itu. Diberkatilah aku nama tengah yang kupilih kemudian Satyadevi. Seharusnya dalam kemarahanku yang paling besarpun aku masih dapat tetap sadar. Sadar bahwa aku marah. Itulah yang penting.
Selanjutnya, tinggal bagaimana meredakan amarah itu, memahaminya, berteman dengannya dan tidak terkejut lagi dengan kunjungannya. Bisakah kau Sikha?

Namaku Sikha. Dan aku suka dipanggil dengan nama itu, dalam keadaan marah ataupun tidak.


Namaku Sikha.



Smd, 13 September 2008